Thursday, 28 November 2013

Suami Isteri Dunia Akhirat


Telah dimaklumi, kehidupan dunia adalah fana.
Dan yang kekal ada di akhirat. Maka segala hal
yang ada di dunia ini bersifat sementara dan
akan binasa. Demikian pula berbagai hubungan
yang dibangun di dunia ini, semuanya akan
terputus, kecuali memang jika ada faktor
penyebab yang akan melanggengkan hubungan
itu sampai di akhirat.
Iya, faktor penyebab pertama dan utama
sekaligus sebagai syarat untuk melanjutkan
hubungan yang telah terjalin di dunia, adalah
keimanan, tauhid dan ketakwaan. Karena tanpa
adanya hal ini, hubungan apapun yang terjalin
di dunia, akan berubah menjadi permusuhan di
akhirat kelak.
Allah berfirman,
ُﺀﺎَّﻠِﺧَﺄْﻟﺍ ٍﺬِﺌَﻣْﻮَﻳ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ ٍﺾْﻌَﺒِﻟ ٌّﻭُﺪَﻋ ﺎَّﻟِﺇ َﻦﻴِﻘَّﺘُﻤْﻟﺍ
“Orang-orang yang saling mencinta, pada hari
itu (kiamat) sebagian mereka menjadi musuh
bagi sebagian lainnya, kecuali orang-orang yang
bertakwa.” (Az-Zukhruf: 67)
Syekh as-Sa’di - rahimahullah - menjelaskan,
“Dan sesungguhnya pada hari itu, yakni pada
hari kiamat, orang-orang yang saling mencinta,
yaitu orang-orang yang kecintaan mereka di
bangun di atas kekafiran, pendustaan dan
kemaksiatan kepada Allah; maka sebagian
mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain.
Hal itu karena cinta kasih mereka di dunia ini
bukan karena Allah, sehingga berbaliklah
menjadi permusuhan pada hari kiamat. Kecuali
orang-orang yang bertakwa (menjaga dan
melindungi diri) dari kesyirikan dan kemaksiatan,
maka kecintaan mereka akan langgeng dan
terus tersambung disebabkan kekalnya Allah
yang menjadi tujuan kecintaan mereka.” (Taisirul
Karimir Rahman)
Keluarga beriman akan bertemu di surga
Allah ta’ala berfirman,
َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ْﻢُﻬْﺘَﻌَﺒَّﺗﺍَﻭ ْﻢُﻬُﺘَّﻳِّﺭُﺫ ٍﻥﺎَﻤﻳِﺈِﺑ ﺎَﻨْﻘَﺤْﻟَﺃ ْﻢِﻬِﺑ
ْﻢُﻬَﺘَّﻳِّﺭُﺫ ﺎَﻣَﻭ ْﻢُﻫﺎَﻨْﺘَﻟَﺃ ْﻦِﻣ ْﻢِﻬِﻠَﻤَﻋ ْﻦِﻣ ٍﺀْﻲَﺷ
“Dan orang-orang yang beriman, sedangkan
anak keturunan mereka mengikutinya dengan
keimanan, maka kami susulkan anak keturuan
itu kepada mereka. Dan kami tidak mengurangi
sedikit pun dari amalan mereka.” (ath-Thur: 21)
Ayat ini telah dijelaskan oleh para ulama ahli
tafsir, bahwa Allah akan mengangkat derajat
keturunan seorang yang beriman meskipun
pada asalnya amalan mereka lebih rendah
darinya, sehingga mereka bisa berkumpul.
Dengan syarat semuanya adalah orang-orang
yang beriman.
Maka tentu saja hal ini adalah kabar gembira
bagi keluarga yang beriman. Meskipun mereka
telah terpisahkan dengan kematian yang
mendatangi anggota keluarga satu demi satu,
namun karena adanya keimanan pada dada-
dada mereka, mereka akan dikumpulkan
kembali di akhirat dalam keadaan yang paling
baik.
Semoga Allah menjadikan keluarga kita termasuk
yang Allah sebut dalam ayat di atas.
Istriku di dunia, istriku di akhirat
Termasuk hubungan yang sangat khusus, adalah
hubungan suami istri. Hubungan antara seorang
laki-laki dan seorang perempuan yang tumbuh
oleh cinta kasih, rasa sayang dan saling
membutuhkan dan diikat dengan ikatan suci
yang mampu menghalalkan sesuatu yang
haram. Hubungan inilah yang banyak diidam-
idamkan kekekalannya selama-lamanya.
Sampai-sampai ada pepatah jawa yang
menyatakan “surgo nunut, neroko katut” yang
maksudnya, pasangan akan tetap setia apapun
keadaannya, jika suami masuk surga maka istri
pun mengikuti, jika masuk neraka maka dia pun
tetap mengikuti.
Tentu saja prinsip kesetiaan seperti itu tidak
dibenarkan dalam Islam, karena bertentangan
dengan prinsip tauhid kepada Allah.
Akan tetapi, kesetiaan atau kebersamaan antara
suami istri di dunia dan akhirat bukanlah hal
yang mustahil. Apalagi telah dijelaskan di atas
bahwa keluarga mukmin akan bisa berkumpul
bersama di akhirat (baca: di surga).
Nah, agar pasangan suami istri di dunia tetap
menjadi pasutri di akhirat, maka tentu saja
keduanya juga harus termasuk golongan orang-
orang yang beriman. Karena jika keduanya kafir,
di akhirat hanya akan ada permusuhan. Dan jika
salah satunya kafir, maka tidak akan berkumpul
di akhirat antara orang yang beriman dan yang
kafir.
Dalam suatu hadits telah ada penjelasan bahwa
seorang wanita muslimah, akan menjadi istri
bagi suaminya yang terakhir ketika di dunia.
Oleh karena itu, istri-istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, tidak boleh dinikahi orang lain
sepeninggal beliau, karena mereka akan
menjadi istri-istri beliau di akhirat.
Muawiyah bin Abi Sufyan pernah melamar
Ummu Darda, namun dia enggan menikah
dengannya. Dan dia berkata, “Aku pernah
mendengar Abu Darda berkata, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita
itu untuk suaminya yang terakhir.” Sedangkan
aku tidak menginginkan pengganti Abu Darda.”
Dalam lafazh lain disebutkan,
ﺎَﻤُّﻳَﺍ ٍﺓَﺃَﺮْﻣﺍ َﻲِّﻓُﻮُﺗ ﺎَﻬْﻨَﻋ ﺎَﻬُﺟْﻭَﺯ ْﺖَﺟَّﻭَﺰَﺘَﻓ ُﻩَﺪْﻌَﺑ َﻲِﻬَﻓ ِﺮِﺧﻵِ
ﺎَﻬِﺟﺍَﻭْﺯَﺃ
“Wanita mana saja yang ditinggal mati
suaminya, lalu dia menikah lagi setelahnya,
maka dia milik suaminya yang terakhir.” (Lihat
as-Silsilah ash-Shahihah, no. 1281)

Kesetiaan Suami

Suatu hari, seorang nenek datang menemui
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah bertanya, “Siapakah Anda wahai
nenek?”
“Aku adalah Jutsamah al-Muzaniah, ” jawab
wanita tua itu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun
berkata, “Wahai nenek, sesungguhnya aku
mengenalmu, engkau adalah wanita yang baik
hati, bagaimana kabarmu dan keluargamu,
bagaimana pula keadaanmu sekarang setelah
kita berpisah sekian lama?”
Nenek itu menjawab, “Alhamdulillah kami dalam
keadaan baik. Terima kasih, Rasulullah.”
Tak lama setelah nenek pergi meninggalkan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
muncullah Aisyah RA seraya berkata, “Wahai
Rasulullah, seperti inikah engkau menyambut
dan memuliakan seorang wanita tua?”
Rasulullah menimpali, “Iya, dahulu nenek itu
selalu mengunjungi kami ketika Khadijah masih
hidup. Sesungguhnya melestarikan
persahabatan adalah bagian dari iman.”
Karena kejadian itu, Aisyah mengatakan, “Tak
seorang pun dari istri-istri nabi yang aku
cemburui lebih dalam selain Khadijah, meskipun
aku belum pernah melihatnya, namun
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seringkali
menyebutnya. Suatu kali beliau menyembelih
kambing lalu memotong-motong dagingnya dan
membagikan kepada sahabat-sahabat karib
Khadijah.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menanggapinya dan berkata, “Wahai Aisyah,
begitulah realitanya. Sesungguhnya darinya aku
memperoleh anak.”
Dalam kesempatan lain, Aisyah berkata, “Aku
sangat cemburu dengan Khadijah karena sering
disebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
sampai-sampai aku berkata : Wahai Rasulullah
apa yang kau perbuat dengan wanita tua yang
pipinya kemerah-merahan itu, sementara Allah
subhanahu wata’ala telah menggantikannya
dengan wanita yang lebih baik?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab, “Demi Allah Subhanahu wata’ala, tak
seorang wanita pun lebih baik darinya. Ia
beriman saat semua orang kufur, ia
membenarkanku saat manusia mendustaiku, ia
melindungiku saat manusia kejam
menganiayaku, Allah Subhanahu wata’ala
menganugerahkan anak kepadaku darinya.”
Itulah sepenggal kisah tentang kesetiaan hakiki,
bukan kesetiaan semu. Kesetiaan imani, bukan
materi. Kesetiaan yang dilandaskan rasa cinta
kepada Allah Subhanahu wata’ala, bukan cinta
nafsu syaithani. Kesetiaan suami kepada istri
yang telah lama mengarungi rumah tangga
dalam segala suka dan duka.
Kecantikan Aisyah ternyata tidak begitu saja
memperdayakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam untuk melupakan jasa baik dan
pengorbanan Khadijah, betapa pun usianya yang
lebih tua. Kesetiaan inilah yang membuat
cendikiawan muslim Nahzmi Luqa mengatakan,
“Ternyata kecemburuan Aisyah tidak mampu
melunturkan kesetiaan Nabi kepada Khadijah,
kesetiaan yang diteladani para pasangan
suami istri, sekaligus sebagai pukulan KO
(Knock Out) untuk para pecundang kehidupan
rumah tangga yang menjadi faktor
penghambat terwujudnya masyarakat
berperadaban. “
Kesetiaan… Kesetiaan… Sekali lagi, kesetiaan
merupakan sifat dan karakter setiap mukmin
sejati. Bukan kesetiaan duniawi, tetapi kesetiaan
ukhrawi. Kesetiaan khas dengan nilai-nilai Ilahi,
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang
beriman diri dan harta mereka dengan mahligai
surga, mereka berperang di jalan Allah, mereka
pun terbunuh atau membunuh. Adalah janji
sejati atasNya di dalam kitab Taurat, Injil, dan
Al-Qur’an. Siapakah yang lebih setia dari Allah
Subhanahu wata’ala akan janjiNya.
Bergembiralah dengan bai’at (sumpah setia)
yang kalian ikrarkan, itulah keberuntungan yang
besar.” (QS. At-Taubah : 111).

-asmyra4ever-

Share

��Mohon shbt2 utk TIDAK BELI air mineral & air minuman (drinking water) jenama CACTUS, SUMMER, DESA, SPRITZER dan air dari Jalan Off Air Kuning, Taiping, Perak (Perkuburan Cina) krn byk benda yg x elok & berdasarkan seorg pensyarah Biology Uitm Perlis, molekul airnya x elok.

Dr sumber yg diyakini, ayat2 ruqyah bacaan Tuan
Guru Haron Din juga x dpt masuk dlm air2 ini.

Sebar luaskan msg ini.
Wallahua'lam.


PADERI MELAYU YANG BARU TIBA DARI SINGAPURA BERADA DI SINI SEKARANG - RAZMAN ZAKRI

Subject: PADERI MELAYU PLEASE FORWARD THIS MESSAGE TO OTHER MUSLIMS..

SEKARANG KRISTIAN SEDANG AKTIF DI SEREMBAN 1900 ORANG
PADERI MELAYU YANG BARU TIBA DARI SINGAPURA BERADA DI SINI
SEKARANG. MEREKA MENGGUNAKAN SIHIR.

������������������
BERHATI- HATI DENGAN
AIR MINERAL JENAMA:-

1. AL -BARAMKAH
2.AL-MANSORI
3. AL-BISTARIA

P/S : SAMA ADA DIPEROLEHI SECARA PERCUMA. ATAU DIJUAL MURAH SEMUA AIR-AIR INI TELAH DICAMPUR DENGAN 'HOLY
WATER' TOLONG SEBARKAN MESSAGE INI KEPADA SEMUA UMAT ISLAM/SAHABAT/SAHABIAH & DLL.

SESUNGGUHNYA KITA TAK TERMAMPU MEMEGANG SENJATA UNTUK MENEGAKKAN AGAMA ISLAM, AKAN TAPI KITA BOLEH LAKUKAN DENGAN SEND MESSAGE NIE ..

SEMOGA JASA BAIK INI DIRAHMATI OLEH ALLAH SWT.

Wednesday, 28 August 2013

ADAKAH SYURGA BERPINDAH KE BAWAH TAPAK KAKI SUAMI SETELAH BERKAHWIN?

Soalan; Assalamualaikm w.b.t. Saya ade soalan mengenai syurga bagi seorang wanita. Semua tahu yang syurga bagi anak lelaki adalah dibawah tapak kaki ibu, yang wanita pula, sebelum berkahwin syurganya dibawah tapak kaki ibu mereka tetapi bila sudah berkahwin, syurga mereka dibawah tapak kaki suami mereka, betul? Betulkan saya jika saya salah. Disini saye mempunyai situasi yang memusykilkan saya. ade seorang individu ini,seorang wanita dan beliau sudah berkahwin,dan yang menghampakan dan memusykilkan kepala saya, sesudah berkawin, tingkah laku,perbuatan,perangainya terhadap ibu nya sangat tidak ber adab dan sangat "kurang ajar". dan apabila saya bertanya kepadanya,mengapa beliau berbuat demikian sedangkan ibunya melayannya dengan penuh kasih sayang,ibunya menangis setiap hari dan perkara itu sangat menyentuh hati saya,dan jawapan beliau terhdap soalan saya tadi ialah beliau berkata bahawa "syurga aku dibawah tapak kaki suami,bukan tapak kaki ibu lagi" saya sangat kasihan akan ibunya. Adakah boleh sebegitu tindakan wanita tadi? ataupun ade solution disebalik permasalahan ini dan hukum bagi situasi tersebut,saya harap ustaz dapat meleraikan kekusutan saya ini. Wasalam.

Jawapan


Bismillah walhamdulillah wassolatu ala rasulillah.

Kawan saudara itu telah tersalah ilmu tentang hakikat sebenarnya. Seorang anak (lelaki atau wanita) tetap wajib menghormati ibu-bapanya, wajib berbakti kepada mereka, menjaga silaturrahim dengan mereka, mendoakan mereka dan menafkahi mereka (jika mereka miskin) sekalipun dia telah berkahwin. Hanya jika bertembung antara perintah suami dan perintah ibu-bapa, maka perintah suami wajib didahulukan kerana haknya lebih besar. Hal itu tiada kaitan dengan kewajipan-kewajipan terhadap ibu-bapa yang mesti diteruskan sekalipun telah berkahwin.

Firman Allah (bermaksud); “Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa” (Surah al-Isra’, ayat 23).

 “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya…” (Surah Luqman, ayat 14).

“…bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu” (Surah Luqman, ayat 14).

“…maka janganlah engkau berkata kepada kedua ibu-bapamu (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan ‘Ha’ dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun)…” (Surah al-Isra’, ayat 24).

“…Dan hendaklah engkau merendah diri kepada kedua ibu-bapamu kerana belas kasihan dan kasih sayangmu…” (Surah al-Isra’, ayat 24).

“…dan doakanlah (untuk kedua ibu-bapamu, dengan berkata): Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil” (Surah al-Isra’, ayat 24).

Sekalipun telah berkahwin, perintah Allah dalam ayat-ayat di atas terus berjalan dan wajib dipatuhi oleh anak sama ada lelaki atau perempuan. Tidak harus sama sekali menderhakai mereka kerana Nabi SAW bersabda; "Dosa-dosa paling besar ada empat;
1. Mensyirikkan Allah,
2. Menderhakai dua ibu-bapa,
3. Membunuh
4. Bersaksi palsu"
(Soheh al-Bukhari; 2653, dari Anas RA).

Kesimpulannya, sekalipun telah berkahwin, seorang anak perempuan tetap wajib menghormati ibu-ayahnya, menghubung silaturrahim dengan mereka, merendah diri di hadapan mereka, berbaik dengan mereka dan berbakti kepada mereka mengikut kemampuannya. Tidak boleh sekali-kali bersikap biadap dengan mereka atas alasan telah berkahwin. Ayat-ayat Allah tadi yang memerintahkan anak agar berbuat baik kepada ibu-bapa, berterima kasih kepada mereka, menjaga tutur kata dengan mereka dan merendah diri kepada mereka, ayat-ayat tersebut tiada siapa dapat mengubahnya termasuk suami. Sampai bila-bilapun syurga tetap di bawah tapak kaki ibu-bapa dan keredhaan Tuhan berada pada keredhaan Ibu-bapa.

Sabda Nabi SAW; “Jagalah kedua ibu-bapamu kerana Syurga di bawah kaki kedua mereka” (Hadis riwayat Imam at-Thabrani dengan sanad yang baik. Lihat; al-Muntaqa, Dr. Yusuf al-Qaradhawi, hadis no. 1475).

Sabda baginda juga; “Keredhaan Tuhan berada pada keredhaan Ibu-bapa dan kemurkaan Tuhan berada pada kemurkaan ibu-bapa” (Hadis riwayat Imam at-Tirmizi dan al-Hakim dari ‘Abdullah bin ‘Amru r.a.. Menurut as-Suyuti; hadis ini adalah soheh. Lihat; al-Jami’ as-Saghier, hadis no. 4456).

Wallahu a'lam.

Sunday, 17 February 2013

Hantu Apartment Bukit Permata


Twilight


Peace. Love. Twilight.


Twilight adalah sebuah seri novel karya Stephenie Meyer. Siri ini menggambarkan tentang tokoh utamanya, Iaitu Isabella "Bella" Swan, seorang remaja yang pindah ke kota Forks, Washington yang kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan Edward Cullen, seorang vampir 'vegetarian'(tidak minum darah manusia). Seluruh isi seri Twilight itu diceritakan melalui sudut pandang Bella Swan dengan pengecualian epilognya Eclipse dan novel Breaking Dawn. Gua sajer jer post benda pasalnya ada budak pempuan ni suka sangat ngan citer ni sampai lah aku pun terikut sama tengok...ketagihan vampire kg pisang...Moraluvasraf,any idea........

 
-asmyra4ever-

SILA HARGAI DIRI SENDIRI DAN KELUARGA ANDA


Life's Too Short



ALWAYZ THINK ABOUT ALLAH AND FAMILY ESPECIALLY MADAM FAUZIANA ZAMORA ZAKARIA.....SALAM

amenda lah.....

Seorang pegawai kanan tentera antara sembilan ditahan Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) dalam satu serbuan di kelab malam di Jalan Ipoh di Kuala Lumpur, awal pagi ini. 
Mengesahkan tangkapan itu, Pegawai Perhubungan Awam Kanan JAWI, Tuan Asmawi Tuan Umar berkata pegawai itu ditahan kerana disahkan positif mengambil alkohol, dalam serbuan pukul 1.30 pagi. 

"Ketika serbuan, pegawai tersebut sedang asyik berhibur bersama dua perempuan berusia 20-an yang didakwa anak saudaranya. Bagaimanapun kedua-dua mereka (anak saudara) dibebaskan selepas disahkan negatif dalam ujian pengesanan alkohol," katanya ketika dihubungi Bernama

Asmawi berkata ketika ditahan, lelaki tersebut merayu minta dilepaskan kerana khuatir memberi kesan terhadap nama baik dan jawatannya.   

Katanya, lima lagi anggota tentera turut dicekup dalam operasi berkala pencegahan maksiat itu oleh pasukan penguatkuasa. 

"Pihak kami tidak sesekali berkompromi dalam kes seperti ini tidak kira siapa, sama ada tentera, orang biasa, atau orang kenamaan kerana sudah sedia maklum kelab-kelab malam tempat yang dilarang kepada umat Islam," katanya.

Bernama

It will start........


As salam semua....saya Mohd Asraf bin Mohamed baru bermula untuk menulis....tulis lah apa pun...janji ada pengisian...isyallah...salam kenalan....